Indonesia: Surplus Diperkirakan Menyempit karena Risiko Eksternal – UOB
Riset Ekonomi & Pasar Global UOB, yang dipimpin oleh Enrico Tanuwidjaja dan Vincentius Ming Shen, mencatat bahwa surplus perdagangan Indonesia melebar sedikit pada Februari 2026 menjadi USD1,27 miliar, memperpanjang 70 bulan keuntungan. Laporan tersebut menyoroti ekspor bernilai tambah yang kuat dan meningkatnya impor barang modal, tetapi menekankan bahwa surplus perdagangan secara keseluruhan kemungkinan akan menyempit karena ketegangan geopolitik dan risiko rantai pasokan membebani posisi eksternal Indonesia.
Ketahanan surplus menghadapi prospek penyempitan
"Ke depan, surplus perdagangan mungkin menyempit meskipun ada upaya hilirisasi lebih lanjut dan pergeseran menuju ekspor bernilai lebih tinggi di tengah risiko dari gangguan rantai pasokan global dan ketegangan geopolitik."
"Strategi hilirisasi telah memberikan hasil nyata, terutama pada nikel, dan harus diperluas ke komoditas lain seperti besi & baja, batu bara, dan bahan bakar olahan."
"Kilangan Balikpapan menyediakan aliran pendapatan strategis tambahan untuk ekspor pasca ketegangan Timur Tengah saat ini."
"Kemitraan perdagangan regional dan global, termasuk kerja sama ASEAN dan pengaturan tarif timbal balik, akan menjadi kunci untuk mempertahankan momentum."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)