এখন থেকে আমরা Elev8

আমরা শুধুমাত্র একটি ব্রোকার নই। আমরা একটি সর্বাত্মক ট্রেডিং ইকোসিস্টেম—বিশ্লেষণ, ট্রেড, এবং প্রবৃদ্ধির জন্য আপনার যা কিছু প্রয়োজন তা এক জায়গায়। আপনার ট্রেডিং উন্নত করতে প্রস্তুত?

Batu Bara ICE Newcastle Rebound ke 133,00 di Tengah Perkembangan Gencatan Senjata AS-Israel dengan Iran

  • Batu Bara ICE Newcastle mempertahankan kisaran sideways jangka pendek.
  • AS dan Iran akan mengadakan perundingan pada akhir pekan.
  • Pemerintah Indonesia kembali memastikan pasokan energi dalam negeri tetap aman.

Harga batu bara ICE Newcastle front month berada di 133,00 yang lebih tinggi 0,42% dibandingkan penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Batu bara ini dibuka dengan gap atas di 133,00 dan belum menunjukkan perubahan signifikan sejauh ini. Komoditas ini mempertahankan pemantulan kecil setelah dibuka dengan gap bawah yang besar kemarin, meskipun masih belum mampu menutup gap tersebut.

Kinerja hari kemarin membuat komoditas ini mempertahankan kisaran sideways yang terbentuk dari 3 Maret 2026 di mana aksi kemarin tidak bisa menembus batas bawah kisaran. Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 44,54 mengindikasikan momentumnya berubah bearish karena berada di bawah level netral 50.

Suhu di pelabuhan Newcastle Australia sekitar 26°C dengan peluang hujan yang rendah. Kondisi ini memungkinkan proses pemuatan batu bara di pelabuhan berjalan dengan lancar sehingga cuaca bisa dihilangkan dari faktor yang bisa memengaruhi harga untuk hari ini.

Sisi bawah batu bara tampak dibatasi oleh ketidakpastian dalam keberlangsungan gencatan senjata antara AS-Israel dengan Iran yang direncanakan selama dua minggu. Hal tersebut menyusul Iran yang mengajukan protes atas serangan di Lebanon dan menilai itu sebagai pelanggaran gencatan senjata. Namun, AS dan Israel mengatakan Lebanon tidak termasuk dalam cakupan gencatan senjata.

Hal tersebut mengakibatkan penghentian lalu lintas kapal-lapal tangker yang melewati Selat Hormuz, seperti diinformasikan Media Iran. Di luar perkembangan terbaru ini, Duta Besar Iran, Reza Amiri Moghadam, menyebut dalam unggahan di X bahwa tim dari negaranya akan sampai di Pakistan pada malam hari untuk melakukan perundingan pertama dengan Amerika Serikat. Wakil Presiden AS, JD Vance, akan memimpin tim dari AS dalam pembahasan proposal perdamaian yang direncakan dilakukan selama akhir pekan. Apa pun hasilnya dapat memengaruhi pergerakan harga komoditas-komoditas energi dalam jangka pendek.

Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode pertama April 2026 dalam Kepmen ESDM No. 135.K/MB.01/MEM.B/2026. Sebagian besar menunjukkan kenaikan dengan perincian sebagai berikut;

  • Batubara (6.322 GAR) $99,87 turun dari $103,01
  • Batubara I (5.300 GAR) $72,28 naik $71,55
  • Batubara II (4.100 GAR) $49,99 naik dari $48,32
  • Batubara III (3.400 GAR) $35,23 naik dari $34,25

Untuk kesekian kalinya, pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pasokan energi nasional tetap aman di tengah perkembangan yang terjadi khususnya di Timur Tengah. Hal tersebut disampaikan pada Rabu kemarin setelah menghadiri Rapat Kerja Pemerintah, seperti diinformasikan dalam situs Kementerian Sekretariat Negara.

Menteri Bahlil menjelaskan hal tersebut karena pemerintah melakukan diversifikasi negara yang menjadi pemasok seperti dari Angola, Nigeria, Amerika Serikat, serta negara-negara lainnya. Sementara pasokan minyak mentah dari kawasan yang melewati Selat Hormuz sekitar 20-25%,

Di tengah upaya menuju kemandirian energi nasional, pemerintah memperkuat pemanfaatan bahan bakar nabati (BBN) terutama B50 yang merupakan bahan bakar dengan komposisi 50% BBN dan 50% solar melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 113.K/EK.05/MEM.E/2026 terkait Penahapan Pemanfaatan BBN. Selain mengurangi ketergantungan terhadap minyak impor, kebijakan ini membantu meningkatkan pertumbuhan industri berbasis sumber daya domestik dan menekan emisi, dikutip dari situs Kementerian ESDM.

Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Batu Bara ICE Newcastle
Grafik harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko

Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.

Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.

Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.

Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.

NZD/USD mempertahankan kenaikan untuk hari keempat; mengincar SMA 200 Hari di dekat 0,5850 menjelang data AS

Pasangan mata uang NZD/USD menarik beberapa pembeli turun setelah pullback terlambat hari sebelumnya dari level tertinggi lebih dari dua pekan dan berbalik positif untuk hari keempat berturut-turut pada hari Kamis
আরও পড়ুন Previous

Prakiraan Harga GBP/JPY: Pound Mempertahankan Kenaikan dengan Target Tinggi 213,30

Pound (GBP) diperdagangkan lebih tinggi terhadap Yen Jepang (JPY) yang lemah, melanjutkan rally-nya selama empat hari berturut-turut, dengan pullback menemukan support di kisaran bawah 212,00-an dan level tertinggi Maret di area 213,30 masih menjadi perhatian para pembeli.
আরও পড়ুন Next