اب سے ہم Elev8 ہیں
ہم صرف ایک بروکر نہیں ہیں۔ ہم ایک جامع ٹریڈنگ ایکوسسٹم ہیں—ہر چیز جو آپ کو تجزیے، ٹریڈ اور ترقی کے لیے درکار ہو، ایک ہی جگہ پر ہے۔ کیا آپ اپنی ٹریڈنگ کو بلند کرنے کے لیے تیار ہیں؟
ہم صرف ایک بروکر نہیں ہیں۔ ہم ایک جامع ٹریڈنگ ایکوسسٹم ہیں—ہر چیز جو آپ کو تجزیے، ٹریڈ اور ترقی کے لیے درکار ہو، ایک ہی جگہ پر ہے۔ کیا آپ اپنی ٹریڈنگ کو بلند کرنے کے لیے تیار ہیں؟
Pasangan USD/IDR mencoba untuk melampaui rintangan kritis $15.275 di sesi Tokyo. Aset ini sangat bullish meskipun ada koreksi yang berarti dalam Indeks Dolar AS (DXY), yang telah menyeret aset ke dekat 112,00. Mata uang utama ini bertujuan untuk mencapai target akhir $15.300 lebih cepat meskipun ada angin segar dari melonjaknya suku bunga oleh Bank Indonesia (BI).
Dalam rapat kebijakan moneter bulan September, Gubernur BI Perry Warjiyo menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin (bp). Fokus BI adalah untuk menstabilkan nilai Rupiah Indonesia di tengah lingkungan yang sedang bergejolak.
Para ekonom di ANZ Bank memperkirakan USD/IDR pada 15.000 pada akhir tahun dan memperkirakan suku bunga kebijakan akan mencapai puncaknya di 5,75% pada kuartal II 2023. Intervensi sederhana di pasar mata uang oleh BI telah berhasil membawa stabilitas pada Rupiah Indonesia.
Sementara itu, Edi Susianto, kepala departemen manajemen moneter BI, mengatakan bahwa bank sentral akan memprioritaskan kebijakan-kebijakan yang mendukung mekanisme pasar. Dia lebih lanjut menyebutkan bahwa BI tidak memerlukan kontrol modal, seperti dilaporkan oleh Reuters.
Di sisi Indeks Dolar AS (DXY), DXY kemungkinan akan tetap berada di ujung tombak menjelang rilis data Personal Consumption Expenditure (PCE) AS. Data ekonomi terlihat lebih tinggi pada 4,7%, 10 bp di atas rilis sebelumnya. Selain itu, data Indeks Sentimen Konsumen (CSI) Michigan AS juga akan tetap menjadi fokus. Data sentimen diperkirakan akan tetap stabil di 58,5.